Author : Ahmad Zallum Abdilah Hawari   , Ali Husein Alasiry, Rahardhita Widyatra Sudibyo, Akhmad Hendriawan
ABSTRAK

Pada Kontes Robot Indonesia terdapat divisi KRTMI. Pada divisi KRTMI ini untuk tema perlombaan setiap tahunnya selalu berbeda. Diawal divisi ini dimulai pada tahun 2019 yang dimana pada saat itu konsepnya tentang pertanian. Untuk konsep tersebut untuk tipe robotnya yaitu mobile robot dengan gripper untuk menanam padinya. Pada Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI) pada tahun 2022 memiliki tema “Digital Twin”. Tema ini diambil disebabkan mengikuti perkembangan jaman yang dimana di negara kita ini sudah memasuki era Revolusi 4.0. Pada kontes kali ini temanya diterapkan pada sebuah permainan tradisional yaitu dam-daman. Robot yang dibuat yaitu mobile robot dengan ditambahi gripper didepannya untuk memegang koin dam. Tim untuk perlombaan Kontes Robot Indonesia pada divisi KRTMI di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dibentuk pada tahun 2021. Dari pengalaman dua tahun lomba untuk inti perlombanya hampir sama yaitu, terdapat titik pada posisi yang dituju, terdapat benda yang diambil dan ditaruh, terdapat kamera diatas lapangan untuk mengetahui posisi robot. Pada perlombaan ini untuk robotnya dimensinya kecil berukuran 30 x 20 cm. Pada robot tersebut diperlukan kecepatan, presisi dan torsinya besar. Pada perlombaan tahun 2021 dan 2022 untuk penggeraknya menggunakan motor dc. Pada motor DC tersebut untuk kecepatan sudah terpenuhi tapi untuk torsinya kurang besar. Sehingga saat robotnya diatur kecepatan rendah, robotnya bisa begerak tapi terlalu lambat atau bisa juga tidak bergerak sama sekali. Ketika motornya diatur kecepatan tinggi robotnya bisa bergerak cepat tapi sering sekali lembam. Sehingga diperlukan perubahan pada motornya yaitu dengan menggunakan motor BLDC. Kelebihan pada motor BLDC tersebut yaitu, kecepatannya memenuhi, torsinya memenuhi dan dimensi motornya juga kecil. Untuk roda yang dipakai nanti pada mobile robot menggunakan roda omnidirectional. Alasan pemakaian roda tersebut karena dimensi tidak terlalu tebal sehingga posisi motor yang dipasang harus berbentuk x seperti mobile robot kebanyakan. Pemasangan posisi motor berbentuk x menyebabkan resiko pada heading mobile robot yang tidak akan stabil. Sehingga perlu ditambahkan sensor IMU.

[DOWNLOAD ABSTRACT]