Author : Sisilia Manullang   , Anang Budikarso, Yoedy Moegiharto
ABSTRAK

Dengan semakin banyaknya kendaraan di Indonesia, teknologi pun turut semakin meningkat. Tetapi dengan hal ini pun masih tidak luput dari kecelakaan, yang mana beberapa penyebabnya adalah kondisi jalanan dan bagian kendaraan yang langsung bersentuhan dengan jalan yaitu ban. Ban merupakan komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan aspal. Kualitas dan komposisi ban dari bagian luar hingga dalamnya sangat penting untuk diperhatikan. Tidak hanya kualitas komponen, tekanan udara dan suhu ban juga perlu diperhatikan. Pada dasarnya masih banyak orang belum mengetahui dan kurang peduli dengan tekanan dan udara ban kendaraan mereka sesuai standart yang ditentukan. Hal ini pun didukung dengan kesulitan pemilik kendaraan me-monitor suhu dan tekanan ban kendaraan mereka secara manual. Oleh karena itu, diperlukan alat pendeteksi tekanan dan suhu ban mobil, yang akan terhubung dengan sensor yang dipasang pada ban mobil. Sistem ini menggunakan empat buah TPMS (Tire Pressure Monitoring System). TPMS yang digunakan pada sistem ini adalah direct TPMS (sistem langsung) yang mengandalkan sensor yang biasanya sudah dipasang pada setiap katup ban yang bekerja untuk me-monitor tekanan angin. TPMS jenis ini biasanya mengirimkan data tekanan yang akurat langsung dari pentil ban secara real-time melalui empat sensor khusus yang dipasang di katup ban mobil. Data tekanan nantinya dapat dimonitor dengan sistem monitoring yang telah dibuat yaitu aplikasi yang berbasis Android/iOS. Data yang dikirim oleh sensor TPMS menerapkan line coding Manchester, di perangkat penerima RTL-SDR dilakukan proses decoding untuk mengamankan data yang akan dikirim. Kemudian data dikirim ke server menggunakan jaringan internet.

[DOWNLOAD ABSTRACT]