Author : Supadmi Juandania   , Arman Jaya, Gigih Prabowo
ABSTRAK

Gas belerang merupakan salah satu gas berbahaya bagi manusia. Akibat utama gas belerang terhadap manusia adalah terjadinya iritasi pada sistem pernafasan bahkan sampai mengakibatkan kematian. Terutama pada daerah wisata yang mempunyai potensi berbahaya yang sering sekali terdapat korban jiwa akibat hembusan gas belerang. Sehingga pada proyek akhir ini perlu adanya rancang bangun sistem pendeteksi gas belerang pada daerah wisata yang mempunya potensi berbahaya. Rancang Bangun Sistem Pendeteksi Gas Belerang pada Daerah Wisata yang Mempunyai Potensi Berbahaya merupakan alat pendeteksi gas belerang yang dirancang untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan atau korban jiwa pada daerah wisata yang mempunyai potensi berbahaya yang selama ini masih kurangnya peringatan mengenai adanya hembusan gas belerang di sekitar daerah tersebut. Tujuan proyek akhir ini adalah merealisasikan rancang bangun sistem pendeteksi gas belerang pada daerah wisata yang mempunyai potensi berbahaya untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat adanya gas belerang di sekitar daerah tersebut. Metode perancangan alat pendeteksi gas belerang pada daerah wisata yang mempunya potensi berbahaya ini menggunakan metode rancang bangun dengan menggabungkan beberapa sistem yang terdiri dari ranngkaian catu daya, sistem mikrokontroller STM32, sensor MQ 136, menggunakan push button sebagai saklar on dan off. Perancangan perangkat lunak sebagai pengendali program mikrokontroller STM32 menggunakan bahasa C dengan compiler-nya. Sensor MQ 136 bekerja dengan tingkat konsentrasi (1 sampai dengan 200ppm) di udara. Apabila kadar gas Hidrogen Sulfida (H2S) mencapai standar tingkat konsentrasi gas ANSI maka kadar gas Hidrogen Sulfida (H2S) akan masuk ke dalam kategori tabel pencarian yang sudah di tentukan dan akan ditampilkan pada layar Liquid Crystal Display (LCD). Pada alat pendeteksi kadar gas H2S digunakan sensor MQ 136 yang dibandingkan dengan pengujian kurva karakteristik datasheet sensor MQ 136. Didapatkan rata-rata error persen yaitu 1,468537, sehingga dapat dikatakan sensor MQ 136 pendeteksi gas belerang yaitu hidrogen sulfida (H2S) yang digunakan dalam sistem ini sudah cukup akurat.

[DOWNLOAD ABSTRACT]