Author : Marcha Yolanda Utomo   , Reesa Akbar, Ali Husein Alasiry
ABSTRAK

Lansia merupakan seseorang lanjut usia yang berusia 60 tahun atau lebih. Di Indonesia jumlah penduduk lansia diperkirakan akan terus meningkat dimana tahun 2035 menjadi 48,2 juta jiwa (15,77%). Semakin bertambahnya usia maka akan terjadi perubahan-perubahan yang dialami seperti perubahan pada jiwa ataupun fisik tetapi juga perubahan kognitif. Salah satu perubahan kognitif yang kerap kali dialami lansia yaitu penurunan daya ingat. Diperkirakan ada sekitar 1.2 juta orang dengan demensia pada tahun 2016, yang akan meningkat menjadi 2 juta di 2030 dan 4 juta di 2050. Maka dari data tersebut akan dikhawatirkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti hilangnya lansia. Maka, gelang pendeteksi posisi merupakan salah satu teknologi yang dapat dikembangkan untuk menjadi solusi dari permasalahan yang ada. Gelang pendeteksi posisi yang akan dikembangkan menggunakan BLE yang dimana BLE cocok apabila digunakan untuk mendeteksi di dalam ruangan. Gelang pendeteksi posisi lansia ini akan menggunakan algoritma trialterasi untuk menentukan titik posisi lansia yang selanjutnya dari titik tersebut akan dikirimkan dan dapat dilihat perawat melalui website. Gelang pendeteksi posisi menggunakan BLE ini dapat di terapkan di panti jompo mengingat panti jompo merupakan wisma yang diperuntukkan untuk lansia. Sehingga alat ini dapat membantu perawat untuk mempermudah pengawasan terhadap lansia sehingga lebih efektif dan efisien.

[DOWNLOAD ABSTRACT]