Author : Muhammad Fauzi   , Dimas Okky A., Epyk Sunarno
ABSTRAK

Microgrid adalah sekelompok sumber dan beban listrik terdesentralisasi yang biasanya beroperasi, terhubung dan sinkron dengan jaringan sinkron area luas tradisional. Pada prinsipnya, struktur Microgrid mirip dengan grid utama atau konvensional, hanya saja ukurannya yang jauh lebih kecil. Microgrid mempunyai beberapa komponen, yaitu photovoltaic, baterai, dan beban. Dalam penggunaan photovoltaic yang terhubung dengan baterai pada jaringan DC Bus Microgrid ini perlu diiringi pula dengan perhatian mengenai risiko bahaya. Salah satunya disebabkan oleh gangguan arc fault. Arc fault merupakan sebuah loncatan bunga api yang terjadi akibat ionisasi gas diantara dua celah elektrode. Gangguan arc fault terjadi ketika kabel penghantar pada jaringan DC Bus Microgrid tidak terhubung dengan sempurna. Hal tersebut dapat terjadi karena pelapukan kabel, pemasangan instalasi yang kurang baik, ataupun karena hewan pengerat. arc fault memiliki karakteristik yang berbeda dengan gangguan listrik lainnya, sehingga arc fault tidak dapat dideteksi menggunakan alat pengaman biasa. Oleh karena itu dirancang sebuah Arc fault detection device yang memanfaatkan mikrokontroler untuk mendeteksi adanya gangguan arc fault pada jaringan DC Bus Microgrid. Untuk mendeteksi adanya gangguan arc fault pada sistem, maka digunakan metode Fast Fourier Transform (FFT) dalam menentukan nilai THDi (Total Harmonic Distorsion) arus saat kondisi normal dan gangguan. Selanjutnya nilai THDi akan digunakan sebagai masukan dari data training algoritma Artificial Neural Network (ANN) dalam melakukan identifikasi gangguan dan menentukan proteksi pada jaringan DC Bus Microgrid dengan Solid State Relay (SSR). Dari pengujian yang dilakukan untuk identifikasi gangguan arc fault didapatkan THDi kondisi normal ≤5% dan THDi gangguan >5% Sesuai Standart IEEE 519-2022, pg.19 dengan akurasi ANN 99,96% dengan rata-rata lama waktu identifikasi proteksi jaringan DC Bus sebesar 0,265 s.

[DOWNLOAD ABSTRACT]