Author : Shierley Novia Arlita Un   , Reesa Akbar, Budi Nur Iman
ABSTRAK

Para atlet pencak silat memiliki keinginan untuk meraih kemenangan dalam setiap pertandingan. Dalam pertandingan pencak silat kategori tanding, pesilat dapat memperoleh 2 poin jika berhasil melakukan tendangan yang tepat mengenai sasaran tanpa terhalang oleh tangkisan lawan. Tendangan seringkali menjadi pilihan karena memberikan poin lebih besar dibandingkan dengan pukulan, memiliki pola gerakan yang mudah, dan melibatkan bagian tubuh dengan anatomi yang lebih panjang. Namun, tinggi rendahnya tendangan sangat mempengaruhi performa selama pertandingan. Tendangan dengan ketinggian rendah dapat menyebabkan pelanggaran berupa teguran atau pengurangan poin. Sasaran tendangan dalam pertandingan pencak silat adalah bagian tubuh kecuali leher ke atas dan dari pusar hingga kemaluan. Dalam menghadapi permasalahan tersebut, dikembangkanlah sebuah sistem yang bertujuan untuk membantu atlet pencak silat meningkatkan kualitas tendangan mereka. Sistem ini menggunakan kamera sebagai input yang selalu merekam aktivitas tendangan. Metode estimasi pose digunakan sebagai pengenalan pola tendangan pencak silat. Sistem ini mampu mendeteksi tendangan dengan tingkat error kesalahan deteksi pada tendangan depan kanan sebesar 20%, tendangan depan kiri sebesar 20%, tendangan T kiri sebesar 36%, dan tendangan T kanan sebesar 20%.

[DOWNLOAD ABSTRACT]