Author : Wahyu Prayogo   , Lohdy Diana, Arrad Ghani Safitra
ABSTRAK

Keterbatasan sumber energi memicu berbagai negara di dunia melakukan pemanfaatan EBT. Salah satunya adalah energi air yang dapat dimanfaatkan menggantikan pembangkit berbahan bakar fosil. Potensi Indonesia dalam energi hidro sangat besar, dengan penerapan pada bendungan ataupun irigasi. Konsep turbin angin darrieus telah diadaptasi digunakan dalam air. Turbin Helical Darrieus dipilih karena menghasilkan daya, performa yang tinggi dan baik dalam self-starting. Selain itu, jenis ini merupakan VAT yang dapat menerima fluida dari berbagai arah, dan tidak dibutukan mekanisme yaw. Namun, semakin banyak susunan turbin akan berpengaruh kinerja turbin tidak maksimal dikarenakan tingginya aliran turbulen, sehingga jarak turbin perlu diidentifikasi untuk memaksimalkan kinerja performa turbin. Maka dilakukan penelitian secara eksperimen pada pengujian water flume dengan variasi D/S 0.2, 0.16, dan 0.142 dengan parameter yang di ukur antara lain koefisien daya dan tip speed ratio. Didapatkan bahwa pada jarak D/S 0,16 performa omega turbin pertama mencapai 54,794 dengan menghasilkan Cp sebesar 0,139 dan pada turbin kedua omega memiliki nilai 34,738 dengan Cp 0,82. TSR tertinggi pada pengujian dengan jarak D/S 0,16 turbin pertama mencapai 4,474 Nm.

[DOWNLOAD ABSTRACT]