Author : Akmal Yusron Ubaidillah   , Lohdy Diana, Nu Rhahida Arini
ABSTRAK

Potensi energi di Indonesia salah satunya yakni energi air. Dari aliran sungai dapat dimanfaatkan energi kinetiknya dengan menggunakan turbin. Salah satu jenis turbin yang mudah dalam pembuatannya yakni turbin Darrieus. Untuk jenis turbin Darrieus memiliki kekurangan yakni pada kemampuan self start, oleh karena itu diperlukan modifikasi sudu dengan memutar sehingga berbentuk helix. Akan tetapi dalam penyusunan turbin yang dikonfigurasikan searah dengan aliran (streamwise), terdapat masalah yakni melemahnya gelombang setelah melalui turbin. Oleh karena itu, projek ini akan dilakukan eksperimen berskala laboratorium untuk mengetahui pengaruh dari jarak antar turbin air pada Helical Darrieus Turbine Farming. Variasi yang digunakan adalah perbandingan x/D = 3; 5; dan 6. Nilai yang diambil dari eksperimen tersebut adalah torsi dengan menggunakan sistem rope break didapati nilai dan nilai rpm menggunakan tachometer dengan mengarahkan tachometer ke poros turbin. Pada tiap variasi juga tiap turbin didapati memiliki nilai terbesar pada turbin ke-1. Pada variasi x/D=3 didapati nilai PTurbin sebesar 0,605 W, TSR sebesar 2,337, dan CP sebesar 0,08. Pada variasi x/D=5 didapati nilai PTurbin sebesar 0,622 W, TSR sebesar 2,341, dan CP sebesar 0,082. Sedangkan pada variasi x/D=6 didapati nilai PTurbin sebesar 0,936 W, TSR sebesar 2,91, dan CP sebesar 0,123. Didapati bahwa pengaruh jarak antar turbin dengan susunan streamwise dengan x/D=6 merupakan jarak yang paling bagus.

[DOWNLOAD ABSTRACT]