Author : Intha Hermasthy   , Ida Anisah, M. Zen Samsono Hadi
ABSTRAK

Sungai merupakan suatu aliran air besar yang mengalir dari hulu ke hilir yang dapat digunakan pada banyak kegiatan, salah satunya adalah sebagai tempat rekreasi, seperti berenang. Namun, perlu diketahui bahwa terdapat perbedaan kecepatan arus sungai antara di permukaan sungai dengan di bawah permukaan sungai. Apabila tidak diperhatikan, bisa menyebabkan manusia hanyut karena terbawa arus air sungai. Dalam pencarian korban hanyut, tim Basarnas masih melakukan cara yang konvensional, seperti melakukan penyisiran sungai dan memprediksi kemungkinan lokasi korban. Hal tersebut masih belum cukup andal dalam menemukan lokasi korban yang tepat. Maka dari itu, pada penelitian ini dilakukan pembuatan alat deteksi kecepatan arus air sungai dengan menggunakan metode Regresi Linier. Metode ini berperan sebagai penghalusan pada suatu deretan data berurutan waktu yang memiliki data acak. Sistem ini dibuat untuk bisa mendeteksi lokasi korban hanyut dari dataset yang diambil dari sensor waterflow dan modul GPS. Kemudian data tersebut dikirimkan ke server, lalu dimasukkan ke database agar dapat disimpan di cloud. Hasil akhir dari sistem ini ditampilkan dalam output berupa waktu yang diperlukan untuk bisa mencapai lokasi korban hanyut di sungai secara cepat dan tepat. Dengan pengujian 40 menit dan rata-rata kecepatan arus air sebesar 16,85 liter per menit menggunakan konstanta sebesar 14,9522 dan koefisien regresi sebesar 0,0930 didapatkan waktu perkiraan penemuan korban membutuhkan waktu sebanyak 120 menit. Hasil error prediksi metode regresi linier pada proyek ini untuk menentukan kecepatan arus air pada periode selanjutnya adalah 17 persen.

[DOWNLOAD ABSTRACT]