Author : Vina Dwi Febrianti   , Eru Puspita, Budi Nur Iman
ABSTRAK

Terasi adalah salah satu produk yang berasal dari pengawetan ikan kecil atau rebon yang diolah dengan proses pemeraman atau fermentasi, penggilingan dan penjemuran. Proses pembuatan terasi memerlukan proses pengeringan, dimana proses pengeringan yang dilakukan secara manual dengan mengandalkan dari panas matahari. Proses pengeringan dengan menggunakan panas matahari memiliki beberapa kekurangan karena dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang tidak menentu seperti pada saat musim hujan. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan teknologi alat pengering udang rebon otomatis dimana dengan adanya alat ini, dapat mempermudah proses pengeringan udang rebon yang dapat membantu keefektifitasan waktu pengeringan. Pada alat pengering udang rebon ini akan digunakan prinsip kerja seperti food dehydrator dimana digunakan sebuah sensor berat sebagai pengukur kekeringan dari udang rebon dan pada alat tersebut terdapat elemen pemanas untuk menghasilkan suhu panas yang akan disebarkan oleh kipas mekanik sehingga panas dapat tersebar merata dan digunakan metode prediksi untuk memprediksi waktu kering udang rebon. Pada pengeringan secara manual dibutuhkan waktu selama 300 menit dan menghasilkan pengurangan berat sebesar 68,12% dari berat awal, sedangkan pada pengeringan menggunakan alat pengering diperlukan waktu selama 76 menit dan menghasilkan pengurangan berat sebesar 57,58% dari berat awal. Pada prediksi waktu pengeringan didapatkan nilai R-sq 96,95% dan MAPE sebesar 4,45%.

[DOWNLOAD ABSTRACT]