Author : Reyhana Aqilah Jilan   , Arna Fariza, Ira Prasetyaningrum
ABSTRAK

Surabaya merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia yang mengalami bencana hidrometeorologi, terbukti dengan terjadinya banjir, angin puting beliung, kekeringan setiap tahunnya. Terjadinya bencana ini di Surabaya sendiri berdampak pada terhambatnya aktivitas warga dan dapat menimbulkan kerugian material serta aspek lainnya seperti kesehatan, ekonomi dan lingkungan. Studi penilaian risiko bencana hidrometeorologi sangat penting untuk mengidentifikasi zona kritis atau berisiko tinggi. Berguna sebagai sistem kesiapsiagaan bencana dan pendukung keputusan bagi pemerintah dan masyarakat. Studi ini mengusulkan pemetaan bahaya hidrometeorologi di Surabaya berdasarkan multikriteria dengan menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) – Natural Breaks. Multikriteria yang digunakan terdiri dari kerawanan banjir, kerawanan angin, kerawanan kekeringan, jumlah bangunan, kepadatan penduduk, dan sarana kesehatan. Bobot FAHP akan diklasifikasikan menggunakan algoritma natural break, sehingga menghasilkan indeks kerawanan banjir rendah, sedang, dan tinggi di 31 kecamatan. Sistem ini dibangun pada perangkat mobile untuk menampilkan peta kerentanan secara spasial.

[DOWNLOAD ABSTRACT]