Author : Vinda Renzyana Putri   , M. Zen Samsono Hadi, Mike Yuliana
ABSTRAK

Peningkatan produksi pertanian menjadi prioritas utama dalam pembangunan pertanian. Terdapat banyak faktor penghambat yang harus diperhatikan dalam proses bertani. Selain kenaikan suhu dan pH, saluran irigasi merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Irigasi didefinisikan sebagai penggunaan air pada tanah yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Seringnya sungai meluap pada saat musim hujan dan mengakibatkan banjir sehingga banyak menimbulkan kerugian terutama bagi petani. Kerugian tersebut diantaranya adalah kerusakan tanaman akibat kelebihan air dan mengakibatkan gagal panen. Banyak petani belum memiliki indikator yang akurat untuk mengetahui level ketinggian dan debit aliran air ketika terjadi hujan. Untuk mengatasi masalah tersebut dibuat sebuah alat untuk memprediksi kondisi lahan pertanian dengan mengambil data curah hujan, level ketinggian air dan debit aliran air. Data kemudian dikirimkan ke database untuk ditampilkan diweb server, sehingga petani dapat memonitor kondisi lahan pertanian dan saluran irigasi. Jika salah satu hasil data sensor memenuhi klasifikasi maka akan memenuhi parameter peringatan. Berdasarkan hasil pengujian proses kalibrasi sensor curah hujan mencapai parameter tinggi dinilai 316.4 mm untuk 6000 ml air, sensor ultrasonik dengan nilai error 0.58% dan pengujian selama 20 menit dengan nilai rata-rata sensor flow meter 7,7 L/menit. Diharapkan hasil parameter yang diperoleh dapat digunakan sebagai salah satu tindakan preventif bagi petani apabila terjadi kondisi yang dapat mengakibatkan kerusakan tanaman karena meluapnya saluran irigasi. Dengan begitu, kondisi lahan dapat terjaga sehingga meminimalisir adanya kerusakan tanaman dan berujung gagal panen.

[DOWNLOAD ABSTRACT]