Author : Naura Zuhdi Nuzula   , Rahardhita Widyatra Sudibyo, Nihayatus Saadah
ABSTRAK

Manajemen dan pengawasan jalan adalah hal penting dalam memastikan pengalaman berkendara yang aman. Saat ini metode yang digunakan dalam manajemen jalan masih mengandalkan survei visual untuk memonitor kondisi jalan. Meskipun telah banyak dikembangkan sistem deteksi dengan sensor ultrasonik untuk tujuan ini, namun akurasinya terbatas dikarenakan dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Di sisi lain, LiDAR menawarkan alternatif yang lebih akurat dalam pengukuran jarak dengan memanfaatkan cahaya laser. Dalam penelitian ini, digunakan sensor Time of Flight (ToF) inframerah berbiaya rendah yaitu ST VL53L1X, yang dilengkapi dengan fitur Region of Interest (RoI) yang dapat diprogram untuk mengatur pembacaan sensor. Konfigurasi ini memungkinkan identifikasi karakteristik jalan melalui pengaturan array LiDAR, termasuk informasi kedalaman/tinggi jalan rusak, lebar, panjang, serta visualisasinya. Namun, saat sistem ini diterapkan pada kendaraan yang bergerak, terdapat masalah ketika LiDAR tidak dapat mempertahankan posisinya saat melewati lendutan dan lubang jalan. Untuk mengatasi masalah ini, dikembangkanlah sistem gimbal yang menggunakan sensor Inertial Measurement Unit (IMU) untuk menstabilkan rangkaian LiDAR pada kendaraan yang bergerak. Sistem gimbal ini akan menggerakkan aktuator untuk menjaga posisi tetap stabil. Hasil pengukuran pada kendaraan bergerak memiliki rate kesalahan untuk pengukuran kurang dari 20% untuk tinggi dan lebar. Sedangkan error tertinggi untuk perhitungan panjang yang mencapai 35%.

[DOWNLOAD ABSTRACT]