Author : Ahmad Taufiqurrahman Azhar   , Lohdy Diana, Arrad Ghani Safitra
ABSTRAK

Salah satu aplikasi renewable energy yaitu dengan memanfaatkan energi matahari. Energi matahari memiliki 2 jenis output energi yaitu energi cahaya dan energi kalor. Energi cahaya matahari biasa digunakan untuk dikonversikan menjadi energi listrik contohnya pada solar cell. Sedangkan energi kalor matahari diaplikasikan pada solar heater. Solar heater menjadi salah satu penerapan inovasi dalam dunia memasak dengan menggunakan tenaga surya. Mengingat matahari hanya muncul pada siang hari sedangkan makanan diperlukan pada waktu siang dan malam hari sehingga penyimpanan energi matahari menjadi faktor penting untuk desain efisiensi solar heater. Ada 2 macam bahan penyimpanan kalor digunakan untuk menyimpan energi tanpa material perubah fase dan bahan dengan penyimpanan panas laten atau menyimpan energi dengan perubahan fase. Salah satu bahan yang dimaksud yaitu PCM (Phase Change Material). Pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ketebalan PCM (Phase Change Material) dengan metode eksperimen. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif berupa data temperatur dan heat flux matahari. Pada tugas akhir ini digunakan variasi jenis PCM yaitu paraffin wax, soy wax, dan palm wax. Karya ini membandingkan performa ketiga variasi jenis PCM yang digunakan. Dari hasil penelitian, performa ketiga PCM fluktuatif berdasarkan radiasi matahari dan kalor yang dihasilkan.. Hingga pada jam 14.00 sampai jam 15.00 performa paraffin wax meningkat dari 0,56; 0,63; dan 0,645. Sama seperti paraffin wax performa soy wax juga meningkat drastic dari 0,465; 0,457; sampai 0,498. Begitu juga dengan soy wax yang meningkat performanya mulai dari 0,46; 0,518; dan 0,534. Performa paraffin wax paling baik dikarenakan ada parameter lain yang mengikutinya yaitu adanya kalor-kalor lain yang bekerja seperti konduksi dan konveksi yang bekerja pada solar heater.

[DOWNLOAD ABSTRACT]