Author : Abier Rahma Sofyantie   , Arna Fariza, Arif Basofi
ABSTRAK

Jawa Timur merupakan salah satu provinsi Indonesia yang sering terkena bencana tanah longsor, seperti yang terjadi setiap tahun. Tanah Longsor di Jawa Timur memiliki dampak yang mengganggu aktivitas penduduk dan dapat menyebabkan kerugian material serta aspek lain seperti kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. Studi penilaian risiko tanah longsor penting untuk mengidentifikasi zona-zona yang kritis atau berisiko tinggi. Ini berguna sebagai sistem persiapan bencana tanah longsor dan dukungan pengambilan keputusan bagi pemerintah dan masyarakat. Penelitian ini mengusulkan pemetaan kerentanan tanah longsor di Jawa Timur berdasarkan multi-kriteria menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) - Natural Breaks. Kriteria yang digunakan meliputi hazard, kerentanan sosial, kerentanan sosial, kerentanan ekonomi, kerentanan fisik, kerentanan lingkungan, dan indeks kapasitas. Bobot hasil FAHP akan diklasifikasikan menggunakan algoritma natural breaks, menghasilkan indeks kerentanan tanah longsor rendah, sedang, dan tinggi di 38 Kota/Kabupaten. Sistem ini ditampilkan pada website untuk menampilkan peta kerentanan secara spasial. Berdasarkan perhitungan GVF, FAHP-Natural breaks sebesar 0,98 memiliki nilai prioritas dan pengelompokan sama-sama kuat dengan AHP-Natural breaks sebesar 0,99

[DOWNLOAD ABSTRACT]