Author : Mochammad Rafli Rayhan Hidayat   , Novie Ayub Windarko, Farid Dwi Murdianto
ABSTRAK

Panel Surya merupakan salah satu contoh bentuk pemanfaatan EBT yaitu dengan energi surya. Dari karakteristik panel surya itu sendiri yang sangat dipengaruhi pada kondisi lingkungan seperti suhu serta radiasi matahari sehingga menyebabkan daya yang dhasilkan tidak konstan. Agar daya yang dihasilkan panel surya dapat konstan sehingga bisa digunakan serta maksimum dayanya maka diperlukan teknik dalam pemaksimalan daya panel surya yang disebut Maximum Power Point Tracking atau disingkat MPPT. Kemudian, dari daya yang dikontrol oleh MPPT terkadang bisa menyebabkan gangguan seperti overvoltage yang dapat menyebabkan kerusakan lainnya. Dalam proyek akhir ini, telah dibuat sebuah sistem MPPT yang menggunakan kelompok algoritma metaheuristic, yaitu Shuffled Frog Leaping Algorithm serta adanya penambahan metode CPG (Constant Power Generation). SFLA adalah salah satu algoritma kelompok metaheuristic yang berbasis populasi metafora yang dibagi menjadi beberapa kelompok. Kemudian, penggunaan mode MPPT akan bekerja ketika kondisi daya keluaran PV rendah dibawah PLIMIT, sedangkan mode CPG digunakan ketika kondisi daya keluaran PV lebih tinggi daripada PLIMIT. Nilai daya batas yang diterapkan adalah 80W. Panel surya yang digunakan pada sistem ini 2 unit dengan spesifikasi 100 Wp serta beban DC 200 W. Didapatkan hasil performansi MPPT melalui simulasi mendapatkan rata-rata akurasi tracking 97.14 % dan waktu tracking 0.83 detik dan secara hardware mendapatkan rata-rata akurasi tracking 95.21 %. Kemudian dengan hasil dari kontrol MPPT-CPG didapat bahwasanya daya yang dihasilkan tidak melebihi PLIMIT sehingga mampu untuk menghindari tegangan lebih.

[DOWNLOAD ABSTRACT]