Author : Alfina Atikakhairun Nisa   , Eka Prasetyono, Dimas Okky A.
ABSTRAK

Kebutuhan baterai lithium ion di Indonesia diperkirakan mencapai 43 giga (GWh) pada 2035. Hal ini dikarenakan baterai lithium ion memiliki banyak kelebihan mulai dari kerapatan energi yang tinggi hingga perawatannya yang mudah namun pada jenis baterai ini apabila dihubungkan secara seri memberikan masalah teknis berupa ketidak seimbangan tegangan pada baterai saat proses charging kondisi baterai dengan tegangan yang tidak seimbang saat dilakukan proses charging mengakibatkan salah satu baterai mengalami overcharge sehingga dapat menyebabkan baterai lithium akan mudah rusak oleh karena itu dibutuhkan suatu rangkaian penyeimbang yang bekerja secara aktif dengan bantuan DC DC konverter untuk proses pengisian baterai tersebut rangkaian penyeimbang aktif yang digunakan yaitu kapasitor paralel arsitektur cell to cell tanpa sensor dimana energi pada beberapa sel baterai yang lebih besar akan ditransfer ke sel yang lebih kecil dengan mengaplikasikan metode Adaptive Neuro Fuzzy Inference System(ANFIS) yang mempunyai kecepatan respon yang lebih cepat dengan akurasi keluaran yang baik dalam mengatur bidirectional switch untuk menyeimbangkan tegangan antar sel hasil pengujian mampu melakukan proses balancing dalam range waktu 56 sampai 16 menit untuk penerapan beda tegangan dari 0.5V sampai 0.1V sehingga hasil balancing tercapai dalam kondisi seimbang dengan beda tegangan sebesar kurang dari 5mV hasil akurasi keluaran waktu menggunakan ANFIS dalam proses charging ke kapasitor secara hardware sebesar 97.2%. Dengan adanya sistem tersebut diharapkan dapat mengatasi overcharge pada salah satu baterai saat kondisi charging sehingga meminimalisir terjadinya kerusakan pada baterai.

[DOWNLOAD ABSTRACT]