Author : Reisya Nur Hesika Veliaresti   , Arna Fariza, Ahmad Syauqi Ahsan
ABSTRAK

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh Aedes aegypti dan Aedes albopictus. DBD masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Salah satu wilayah di Indonesia dengan risiko tinggi peningkatan DBD adalah daerah Kabupaten Bojonegoro. Pada awal tahun 2022, jumlah kasus DBD di Kabupaten Bojonegoro merupakan yang tertinggi di Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan algoritma K-Medoids sebagai metode pengelompokan atau clustering. Metode K-Medoids didasarkan pada penggunaan medoids bukan dari pengamatan mean yang dimiliki oleh setiap cluster, sehingga dapat mengurangi sensitivitas dari partisi sehubungan dengan nilai ekstrim yang ada dalam dataset. Interpretasi hasil cluster disajikan dalam bentuk peta risiko penyakit DBD. Pengujian performa dilakukan dengan menghitung rata-rata silhouette coefficient. Algoritma K-Medoids memiliki performa cukup baik dengan silhouette coefficient sebesar 0.4055 sedangkan K-Means sebesar 0.3765. Meskipun tidak berbeda jauh, secara umum K-Medoids menghasilkan cluster yang lebih baik daripada K-Means.

[DOWNLOAD ABSTRACT]