VISUALISASI SPASIAL TEMPORAL TINGKAT RISIKO STUNTING DI JAWA TIMUR MENGGUNAKAN METODE FUZZY
ABSTRAK
Stunting sering disebut kerdil atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak Balita akibat kekurangan gizi kronis. Angka stunting pada balita di Indonesia cukup jauh dari standar yang ditetapkan oleh WHO yaitu 20%. Hal ini menjadi prioritas atau isu penting di setiap provinsi di Indonesia dikarenakan tingkat prevalensi stunting yang masih tinggi. Salah satunya provinsi Jawa Timur yang memiliki angka prevalensi stunting diatas standar WHO yaitu sebesar 23.5%. Penelitian ini bertujuan membangun sebuah aplikasi berbasis website yang dapat memvisualisasikan tingkat risiko stunting pada tiap kabupaten atau kota di Provinsi Jawa Timur. Penentuan tingkat risiko stunting menggunakan kriteria berdasarkan pendekatan ecological analysis yaitu faktor yang berkaitan dengan kejadian stunting di Jawa Timur yang terdiri dari kasus stunting, cakupan pelayanan kesehatan balita, cakupan desa UCI, cakupan keluarga yang dapat mengakses jamban sehat, dan cakupan pemberian ASI eksklusif. Kriteria tersebut digunakan sebagai inputan dalam proses metode fuzzy dengan ouputannya yaitu tingkat risiko rendah, sedang, dan tinggi. Pada metode fuzzy juga memerlukan aturan – aturan yang dibuat berdasarkan para pakar, penelitian, atau standar yang ada untuk menilai tingkat risiko stunting pada suatu daerah. Visualisasi pemetaan tingkat risiko stunting dilakukan dalam rentang waktu dari tahun 2017 hingga 2021.
[DOWNLOAD ABSTRACT]Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer