Author : Naufal Aurelio   , Ardik Wijayanto, Eru Puspita
ABSTRAK

Tingginya angka kecelakaan mobil di Indonesia menjadi latar belakang alat ini dibuat.Menurut data Kepolisian, di Indonesia, rata-rata 3 orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan jalan. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto saat persiapan kegiatan Kampanye Keselamatan Jalan di Jakarta, Jumat (18/8). Oleh karena itu untuk menjawab masalah diatas, diperlukan sebuah inovasi baru yang akan menjadi solusi dari masalah tersebut perlu melakukan penelitian terkait Pengenalan dan Perekaman Kejadian Tabrakan Berbasis Pengolahan Sinyal Digital di mobil. Proyek akhir ini dibuat dengan tujuan riset dan pengembangan pengenalan suara yang dapat diimplementasikan ke berbagai sistem yang sudah ada. Ruang lingkup dari proyek akhir ini meliputi sistem pengenalan suara yang dilakukan hanya berdasarkan nilai maksimum dan minimum adc, pengujian dilakukan pada kondisi hening, percakapan, dan suara simulasi tabrakan. Dengan mempertimbangkan fleksibelitas penempatan alat maka ukuran alat ini adalah 15 x 10 x 5 cm. Kemudian dengan menggunakan protokol Universal Asynchronous Receiver Transmitter (UART) antara STM32 F4 dan esp8266 membuat sistem ini bisa terhubung ke platform thinkspeak untuk visualisasi dan perekaman data. Data Longitude, Latitude,dan adc yang telah diproses dikirim ke platform thinkspeak untuk kemudian mengirim ke telegram dalam bentuk notifikasi sebagai peringatan dini kepada user. berdasarkan hasil pengujian didapat bahwa jarak efektif pengujian sistem adalah 30-100 cm dan peletakan paling effektif ada di dasbor mobil dengan rata-rata keberhasilan pengenalan suara tabrakan 86.7% dan 76.7% untuk suara percakapan.

[DOWNLOAD ABSTRACT]