Author : Rayza Rizky Fransisca Putri   , Kemalasari, Eru Puspita
ABSTRAK

Susu sapi perah merupakan produk hasil ternak dengan nilai gizi tinggi yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Kualitas atau mutu dari susu sapi perlu dijaga karena merupakan bagian terpenting yang hanya dapat dipertahankan selama waktu tertentu yang selanjutnya akan mengalami penurunan kualitas dan berakhir dengan kerusakan susu. Monitoring kualitas susu sapi pada model peternakan rakyat atau ternak rumahan dilakukan secara konvensional yaitu dengan cara uji fisik seperti mencium aroma, merasakan secara langsung, dan melihat kondisi warna dari susu perah tersebut. Peternak hampir tidak pernah melakukan pengujian susu ke laboraturium karena biaya uji yang mahal serta belum tersedianya peralatan uji yang mudah dan murah menjadi faktor penyebab kualifikasi susu dari peternak hanya berdasarkan uji fisik. Padahal uji kualitas tersebut menjadi tolok ukur penentuan harga susu yang akan dijual. Menurut SNI, persyaratan mutu susu sapi perah diantaranya adalah tingkat keasaman, berat jenis, dan waktu reduktase. Dalam tugas akhir ini dilakukan perancangan sebuah alat yang dapat mendeteksi kualitas susu sapi yang mengacu pada tingkat keasaman, berat jenis, dan waktu reduktase. Hasil pembacaan dari sensor PH, berat jenis dan sensor warna dalam menentukan waktu reduktase akan diakuisisi oleh mikrokontroler. Data akan diolah dan ditampilkan pada LCD dengan hasil berupa nilai PH, berat jenis, waktu reduktase dan grade kualitas susu (Baik, Cukup, Kurang, Buruk). Susu sapi yang digunakan merupakan susu sapi segar yang belum melalui proses masak atau masih dalam keadaan mentah. Dari hasil pengujian maka didapatkan data hasil klasifikasi memiliki akurasi 100% berdasarkan perbandingan menggunakan tabel SNI 3141.1:2011.

[DOWNLOAD ABSTRACT]