Author : Febrianti Eka Suci   , Alrijadjis, Budi Nur Iman
ABSTRAK

Buah melon (Cucumis melo L.) merupakan jenis tanaman semusim yang merambat, memiliki batang yang lunak yang mana dari setiap ujung tangkai daun pada batang tumbuh tunas lateral. Parameter tingkat kematangan buah melon sendiri dapat dilihat dari perubahan warna melon dimana kulit melon akan berubah dari hijau menjadi kuning atau putih sesuai jenis melon, lalu dapat dilihat dari jumlah pola yang tergambar pada kulit melon, mendengarkan pantulan ketukan yang dihasilkan melon dan terciumnya aroma yang dikeluarkan buah melon. Biasanya mendeteksi kematangan melon dengan mencium aroma yang dikeluarkan oleh melon matang secara manual membutuhkan seorang pakar (orang yang terlatih/terbiasa), namun pada kenyataanya metode ini kurang dipercaya karena bisa menghasilkan hasil yang tidak konsisten. Maka dari itu untuk membantu pengidentifikasian kematangan buah melon berdasarkan aroma dirancang sebuah sistem penciuman elektronik menggunakan sensor MQ 135, TGS2602, TGS2620 untuk mengambil data gas NH4, VOC dan Etilen pada buah melon yang mana data tersebut akan diolah menggunakan Arduino NANO. Selain itu alat ini diperkuat dengan menggunakan pendekatan metode logika Fuzzy untuk membantu pengambilan keputusan terkait tingkat kematangan pada buah melon. Dari hasil penelitian dibuktikan bahwa sensor mampu mendeteksi gas yang dihasilkan buah melon dan tingkat keberhasilan alat ini untuk mendeteksi tingkat kematangan buah melon sebesar 83.33%.

[DOWNLOAD ABSTRACT]