Author : Muhammad Infan Tri Andhika   , Mohamad Nasyir Tamara, Nofria Hanafi, Niam Tamami
ABSTRAK

Pada penelitian ini membahas mengenai pelepasan drone observasi dari landasan yang berada pada robot darat. Hal ini ditujukan agar drone mampu memiliki durabilitas saat berada di udara. Stabilisasi ketika lepas-landas adalah hal terpenting yang sangat berpengaruh terhadap performa dari drone. Karena terdapat kemungkinan bahwa drone tersebut dapat mengalami gagal terbang akibat posisi pelepasan yang tidak pas maupun posisi pendaratan. Sistem pendaratan menggunakan koordinat GPS (Global Positioning System) dari robot darat yang dikirim ke drone untuk mengetahui posisi dari tempat pendaratan. Metode dalam pengaturan kontrol menggunakan Lookup-table PID untuk memilih kondisi saat akan terbang. Serta untuk metode yang digunakan pada GPS dikombinasikan dengan roll, pitch, dan yaw dari pembacaan sensor IMU untuk melakukan landing. Penggabungan sistem ini digabungkan dengan sistem utama dari drone dan menjadikan sistem untuk memberikan mode pada penerbangan. Mode penerbangan tersebut dapat diatur melalui kontrol dari ground station dengan melakukan mode switch. Pada penelitian yang dilakukan ini, drone mampu untuk lepas-landas dengan kondisi landing pad miring. Derajat kemiringan maksimum yang diuji sebesar 10 derajat. Serta pengujian landing yang dilakukan pada Lapangan Merah PENS dengan longitude dan latitude sebesar 727x.xxx, 11279x.xxx. Lambang ‘x’ sebagai angka yang berubah-ubah menyesuaikan letak landing pad pada lapangan merah.

[DOWNLOAD ABSTRACT]