Author : Badrul Muarif   , Kemalasari, Rusminto Tjatur Widodo
ABSTRAK

Permasalahan yang dihadapi pada peternak ayam adalah kesehatan ayam yang menurun sehingga mengakibatkan menurunnya jumlah produksi telur bahkan kematian pada ayam. Variabel kualitas udara ini hanya diperkirakan oleh peternak secara manual menggunakan pancaindra. Perkiraan manual ini menghasilkan hasil yang kurang valid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengontrol kadar ammonia dengan sensor MQ135, suhu dan kelembapan dengan sensor DHT11, cahaya dengan sensor BH1750, serta menggunakan ESP32 sebagai mikrokontroler. Ketiga sensor tersebut dihubungkan dengan mikrokontroler kemudian data akan ditransmisikan secara nirkabel. Sistem juga melakukan pengendalian kipas untuk menjaga kadar amonia dan kelembaban kandang tetap stabil dan lampu untuk mengatur suhu. Udara bergerak bebas sehingga pengambilan data dilakukan pada empat titik dalam kandang yang berukuran 2,5m x 1,5m x 1,8m untuk menambahkan akurasi pembacaan kualitas udara. Dari empat titik tersebut akan masuk dalam gateaway berupa broker. Monitoring dilakukan dengan akses melalui internet, sehingga pengawasan mudah dilakukan dan memiliki nilai yang pasti berupa grafik data. Rata-rata kesalahan pembacaan suhu sebesar 0,56%, kesalahan pembacaan kelembaban sebesar 0,60%, dan kesalahan pembacaan intensitas cahaya sebesar 2,37%. Data yang telah diperoleh akan menjadi input untuk kontrol kipas dan lampu. Rata-rata konsentrasi amoniak adalah 11,20 ppm, suhu 31,15°C, kelembaban 67,50%, intensitas cahaya 33,21lux, dan peningkatan produksi telur sebesar 5%. Data tersebut menunjukkan bahwa sistem kendali dapat bekerja dengan baik.

[DOWNLOAD ABSTRACT]