Author : Moch. Rizky Alfadin   , Nofria Hanafi, Eko Henfri Binugroho
ABSTRAK

Penangangan pascapanen pada proses pengeringan gabah di Indonesia masih belum optimal. Kebanyakan dari petani Indonesia melakukan proses pengeringan secara tradisional. Hal tersebut tentunya dapat menurunkan kualitas dan kuantitas dari gabah. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dalam penelitian ini dirancang prototype pengering gabah otomatis sebagai upaya mengoptimalkan proses pengeringan gabah dengan tambahan mode pemilihan kadar air gabah. Prototype pengering gabah otomatis adalah sebuah pengering gabah yang memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi berturut-turut 1 x 0,5 x 0,4 meter yang memanfaatkan prinsip kerja efek rumah kaca. Sebagai upaya pengoptimalan, pengering ini dilengkapi pemanas blower yang dikontrol menggunakan mikrokontroler Arduino Mega dengan metode Fuzzy Logic. Penerapan metode Fuzzy Logic berfungsi untuk mengefisiensikan daya yang digunakan. Pengering ini dilengkapi 4 buah sensor DHT11 dan 4 buah sensor soil moisture untuk proses pengambilan nilai suhu, kelembapan dan kadar air. Ke-3 nilai tersebut akan dijadikan sebagai parameter kontrol metode Fuzzy Logic untuk menyalakan blower. Pengering ini juga dilengkapi 3 mode pilihan dalam proses pengeringan, yaitu: mode gabah bibit, gabah simpan, dan gabah giling. Melalui beberapa sample pengujian, didapatkan range nilai suhu sebesar 44-57 ̊C, dan range nilai kelembaban sebesar 21-41%. Adapun rata-rata durasi pengeringan, yaitu selama 4 jam dengan efektifitas 15 kali lebih cepat dari pengeringan tradisional.

[DOWNLOAD ABSTRACT]