Author : Hilma Ahda Sabela   , Agus Indra Gunawan, Eru Puspita
ABSTRAK

Pada susu sapi segar, masih terdapat bakteri patogen yang dapat merusak kualitas susu. Peternak sapi perah mengalami kerugian akibat banyaknya bakteri patogen pada susu sapi perah. Hal ini menyebabkan harga susu sapi per liter turun. Pasteurisasi susu dengan teknologi PEF (Pulse Electric Field) merupakan salah satu dari berbagai cara untuk mengurangi jumlah bakteri pada susu sapi segar dengan memberikan pulsa listrik sekitar 20kV. Dalam perancangan alat pasteurisasi ini dibutuhkan konverter DC-DC untuk menghasilkan tegangan yang sesuai. Boost converter adalah metode yang digunakan untuk mengubah tegangan DC-DC dari tegangan input 12V dengan memanfaatkan akumulator mobil pengumpul susu sapi perah. Rangkaian boost converter membutuhkan sinyal PWM (Pulse Width Modulation) untuk menghasilkan gelombang persegi (pulsa) sebagai pengatur saklar on dan off yang digunakan untuk pembangkitan arus. Sinyal PWM dihasilkan oleh pengontrol berupa IC yang dapat menghasilkan sinyal PWM dan frekuensi sesuai yang dibutuhkan. Frekuensi yang dihasilkan oleh rangkaian analog kontroler dengan menggunakan IC UC3842 adalah 38,9 KHz dengan duty cycle 50,2%. Tegangan yang dihasilkan dari pengujian dengan merubah nilai resistansi beban dari 150Ω sampai 70Ω stabil pada tegangan sekitar 24 V. Nilai arus keluaran berubah semakin kecil apabila nilai reisitansi beban bertambah besar. Pengujian dengan merubah nilai tegangan input dari 12V sampai dengan 20V menghasilkan tegangan keluaran yang stabil sekitar 24V. Nilai arus masukan berubah semakin kecil apabila nilai tegangan masukan bertambah besar. Perbandingan nilai tegangan keluaran ideal dengan tegangan keluaran dari desain boost converter menghasilkan error kurang dari 10% dengan beban leboh dari 70Ω. Pengujian rangkaian boost converter menggunakan ZVS Driver dan Transformer Flyback menghasilkan plasma yang bertegangan tinggi berkisar 20K V yang dapat digunakan sebagai PEF (Pulse Electric Field).

[DOWNLOAD ABSTRACT]