Author : Alvinuari Yufinta Arifin   , Akuwan Saleh, Haryadi Amran Darwito
ABSTRAK

Saat ini penetasan tidak lagi menggunakan induk untuk dapat menetaskannya, tetapi dibuat alat penetasan telur yang cara kerjanya hampir sama dengan penetasan induk. Aspek yang menentukan keberhasilan dalam menetas salah satunya pada suhu dan kelembaban. Kestabilan suhu dan kelembaban dalam proses penetasan sangat berperan penting. Suhu yang dibutuhkan pada masa penetasan telur adalah 36o C – 38o C dengan kelembaban mencapai 60% - 70%. Selain itu, ada beberapa tahapan yang dilakukan, salah satunya adalah pembalikan telur bebek. Sebelum itu, telur disemprotkan air bersih untuk menstabilkan kelembapan pada telur. Dalam praktiknya, seorang peternak hanya mengandalkan indera perasa untuk merasakan suhu pada alat tersebut. Lampu pijar yang diatur agar dapat menyala dan mati secara otomatis dihubungkan dengan Thermostat mekanikal yaitu tidak menampilkan data suhu dan kelembapan. Oleh karena itu, monitoring suhu dan kelembapan berbasis augmented reality akan menjadi solusi yang efektif untuk digunakan pemantauan. Prototype sistem yang akan dibuat yakni memantau suhu dan kelembapan alat penetasan telur bebek dengan mikrokontroler ESP32 yang menggunakan Sensor DHT22 sebagai pengambilan data suhu dan kelembapan. Data tersebut akan disimpan pada ESP32 yang kemudian akan dihubungkan ke PC. Data akan ditampilkan melalui Software Processing yang sebelumnya dihubungkan terlebih dahulu dengan mikrokontroler ESP32 yang dapat diakses melalui penanda (marker). User dapat melakukan pemantauan dengan mengakses marker yang nantinya akan menampilkan suhu dan kelembapan berbasis augmented reality yakni dalam bentuk obyek nyata animasi 3D. Suhu dan kelembapan akan ditampilkan secara realtime sehingga dengan adanya sistem pemantauan tersebut, diharapkan dapat mempermudah user (peternak) dalam melakukan pemantauan terhadap suhu dan kelembapan.

[DOWNLOAD ABSTRACT]