Author : Aliffian Rifki Fauzi   , Endro Wahjono, Dimas Okky A.
ABSTRAK

Pada era globalisasi seperti saat ini, listrik telah berubah menjadi kebutuhan pokok yang terus melekat pada kehidupan manusia. Oleh karena itu, PT. PLN (Persero) menjadikan keandalan sistem pendistribusian tenaga listrik sebagai prioritas penanganan yang utama. Peningkatan keandalan sistem pendistrbusian tenaga listrik perlu diimbangi dengan proses transaksi energi listrik yang efektif dan efisien. Pada kWh meter pasca bayar proses perolehan data jumlah energi yang terpakai oleh pelanggan dilakukan dengan membaca kWhmeter pasca bayar tersebut secara manual dengan cara petugas datang ke tiap lokasi kWh meter jenis pasca bayar. Cara mendapatkan data jumlah energi yang dipakai secara konvensional tersebut seharusnya dapat dilakukan dengan cara lain di era serba otomatis ini atau sering disebut dengan era industri 4.0. Penggunaan IoT merupakan salah satu metode yang dapat di gunakan untuk mempermudah pekerjaan pencatatan meter tanpa harus mendatangi lokasi kWh meter. Pada proyek akhir ini dirancang sebuah alat kWhmeter jenis pascabayar yang dapat memonitor jumlah penggunaan energi pada pelanggan dengan menggunakan sensor energi (PZEM-004T) yang dihubungkan melalui mikrokontroller. Sistem yang digunakan bersifat programable yang berarti sistem dapat diatur secara manual melalui aplikasi pada android untuk nilai batas arusnya agar dapat disesuaikan dengan langganan daya pelanggan. Alat ini juga dilengkapi dengan pengaman arus lebih yang sudah terintegrasi dengan mikrokontroller. Dengan demikian, sistem dapat memutus rangkaian ke beban pada saat terjadi gangguan arus lebih dan menyambungkan kembali saat gangguan telah diatasi secara otomatis. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan selama 30 menit didapatkan pembacaan energi melalui sensor PZEM-004t adalah sebesar 1230 Wh. Kemudian dari total pengujian selama 30 menit dengan jeda waktu 5 menit, didapatkan hasil rata-rata error pembacaan energi melalui sensor energi (PZEM-004t) jika dibandingkan dengan alat ukur adalah sebesar 21,12093 %. Pada saat nilai batas arus yang dimasukkan adalah 2 A, relay SSR akan dapat memutus rangkaian saat arus yang terdeteksi sebesar 2,3 A. Kwhmeter yang dirancang juga sudah mampu memutus dan menyambung rangkaian menuju ke beban apabila terjadi gangguan arus lebih secara otomatis.

[DOWNLOAD ABSTRACT]