Author : Mahardika Rafi Dewantara   , Erik Tridianto, Hendrik Elvian Gayuh Prasetya
ABSTRAK

Turbin uap merupakan salah satu komponen kritis dalam sistem Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU). Kondisi kehandalan turbin uap perlu dijaga supaya mampu beroperasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan strategi pemeliharaan dengan menganalisa reliability dan berdasarkan karakteristik grafik laju kegagalan. Metode yang dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Metode yang digunakan untuk analisis kualitatif adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), FMEA digunakan untuk menganalisis risiko kegagalan dan mengetahui komponen terkritis berdasarkan Risk Priority Number (RPN). Sedangkan, analisis kuantitatif dilakukan dengan menganalisis reliability dan menentukan Mean Time Between Failure (MTBF) dengan mengolah data historis kerusakan. Hasil analisis dengan metode kualitatif menunjukkan bahwa komponen yang tergolong dalam prioritas pemeliharaan adalah adalah nozzle (RPN = 371,7), rotor (RPN = 254,0), diaphragm (RPN = 193,8), labyrinth seals (RPN = 118,3), dan casing (RPN = 111,9). Hasil analisis dengan metode kuantitatif diketahui bahwa secara keseluruhan reliability dari komponen turbin uap mengalami penurunan seiring dengan berjalannya waktu komponen tersebut dioperasikan. Nilai MTBF (Mean Time Between Failure) terendah yaitu pada nozzle (MTBF = 16474,61) dan nilai MTBF tertinggi pada casing (MTBF = 30755,4).

[DOWNLOAD ABSTRACT]