PEMBUATAN SMART INDOOR LIGHTING SYSTEM (SILS) SEBAGAI BAGIAN DARI PENGEMBANGAN SMART CITY
ABSTRAK
Sektor bangunan menyerap 40% sumber energi global. Permintaan energi di sektor bangunan didominasi oleh listrik skitar 60 – 70%, yang terutama digunakan untuk pendingin ruangan, mesin pompa air, dan penerangan. Pencahayaan buatan rata-rata dapat mengonsumsi kebutuhan energi listrik sebesar 37% dari kebutuhan energi listrik total. Sedangkan pada waktu pagi menjelang siang hingga sore hari terdapat sinar matahari yang masuk ke ruangan melalui jendela. Penggunaan pencahayaan ruangan yang tidak perlu atau berlebihan ketika adanya sumber cahaya alami dalam ruangan yang mengonsumsi kebutuhan total energi bangunan yang cukup besar. Diperlukan adanya smart lighting system yang dikhususkan untuk dalam ruangan sebagai manajemen energi yang efisien dan sistem kontrol pencahayaan yang terintegrasi dengan IoT, yang memanfaatkan intensitas cahaya alami pada sebuah ruangan. Pada proyek akhir ini diusulkan sistem Smart Indoor Lighting System menggunakan metode fuzzy logic berbasis ESP32 untuk mengendalikan pencahayaan lampu pada ruangan agar di dapatkan penghematan penggunaan listrik untuk sebuah lampu ruangan. Dari hasil perancangan alat yang dibuat dapat bekerja untuk mengendalikan nyala lampu mulai dari terang, redup, dan lampu mati. Hasil yang di dapatkan Smart Indoor Lighting System mampu mengurangi konsumsi daya hingga 93% serta energi hingga 70%.
[DOWNLOAD ABSTRACT]Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer