Author : Shofia Khairina   , Amang Sudarsono, Hendy Briantoro
ABSTRAK

Sampah hingga saat ini masih menjadi permasalahan pelik yang tak kunjung habis. Jumlah sampah akan terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk yang semakin padat dan aktivitas ekonomi yang meningkat. Menurut Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan diperkirakan jumlah timbunan sampah Indonesia pada tahun 2020 adalah 67.8 juta ton dan jumlahnya akan terus bertambah. Penimbunan sampah tentunya memiliki dampak buruk terhadap ekosistem dan juga kehidupan manusia. Pengolahan sampah menjadi salah satu hal yang penting untuk mengurangi timbunan sampah. Namun pada realitanya pengolahan sampah masih menemui berbagai kendala, masyarakat masih sering abai dan memilih langsung membuang di tempat terbuka tanpa melakukan daur ulang terlebih dahulu ataupun membakar sampah yang berdampak buruk pada lingkungan. Seperti yang tertuang dalam Undang undang No. 18 Tahun 2008 mengenai pengolahan sampah menjelaskan tentang perlunya perubahan pola pengolahan sampah yang bertumpu pada pengurangan dan penanganan sampah. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah sistem pengolahan sampah yang dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat yaitu bank sampah. Bank sampah merupakan sebuah tempat memilah dan mengumpulkan sampah daur ulang agar dapat diproses kembali dan memiliki nilai ekonomis. Sampah yang telah disetor oleh nasabah selanjutnya akan dijual ke pengepul atau pihak yang berkepentingan dengan kata lain membutuhkan sampah tersebut untuk kepentingan keberlangsungan usaha dan sebagainya. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di beberapa lokasi sekitar tempat tinggal saya di Gresik dan Surabaya masih minim keberadaan bank sampah dan beberapa diantaranya tidak memiliki sistem informasi yang digunakan untuk merekam secara langsung pengelolaan bank sampah, sehingga dapat menjadi kendala petugas sampah dalam menghimpun data sampah. Oleh karena itu untuk mengurangi kendala informasi mengenai pengolahan bank sampah agar dapat diakses secara langsung dan dapat diakses dimana saja tanpa ada batas waktu maka dibutuhkan sebuah sistem informasi bank sampah berbasis website. Sistem yang dibangun dapat memudahkan petugas serta nasabah dalam melakukan pelayanan dan menerima pelayanan dengan baik, yaitu dalam proses transaksi penyetoran sampah dan penarikan sampah secara transparan sehingga memberikan kemudahan akses yaitu menghasilkan rata rata kecepatan akses website hingga 0.001 detik.

[DOWNLOAD ABSTRACT]