Author : Yorda Safiro Doveriandi   , Ari Wijayanti, Martianda Erste Anggraeni
ABSTRAK

Indonesia saat ini mulai menerapkan sistem penyiaran TV digital dimana siaran TV digital memberikan manfaat berupa gambar dan suara yang lebih bersih, jernih, dan stabil. Meski menggunakan sistem yang lebih canggih, diharapkan penggunaan perangkat yang ada tetap dapat digunakan untuk menerima siaran TV digital sehingga pengguna tidak perlu meningkatkan perangkatnya. Dengan populasi yang padat dan utilitas yang beragam, penyelenggaraan penyiaran di perkotaan seringkali mengalami kendala di sisi pengguna. Objek penghalang seperti pohon, rumah, atau gedung bertingkat menyebabkan sinyal dari pemancar mengalami pemantulan untuk diterima oleh pengguna yang menyebabkan quality of service (QoS) dan quality of experience (QpE) tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pengukuran dilakukan untuk dua stasiun TV yang telah menerapkan siaran digital menggunakan standar DVB-T2 di Surabaya, yaitu saluran 27 UHF dan 41 UHF. Kedua pemancar ini berada di kecamatan Sambikerep. Pengukuran lapangan dilakukan di 10 lokasi di Surabaya untuk kondisi tetap. Hasil pengukuran menggunakan antena Yagi Uda menunjukkan bahwa antena ini masih dapat digunakan untuk penerimaan TV digital di perkotaan. Meskipun siaran TV digital dapat diterima, beberapa lokasi menunjukkan kualitas hasil yang buruk karena mengalami pemantulan sinyal karena kepadatan utilitas. Hasil klasifikasi menggunakan metode Naïve Bayes dari keseluruhan pengukuran untuk QoS didapatkan 45% baik, 45% cukup, dan 10% buruk sedangkan untuk QoE didapatkan 25% baik dan 75% cukup.

[DOWNLOAD ABSTRACT]