Author : Kevin Satria Bhagaskara   , Renny Rakhmawati, Farid Dwi Murdianto
ABSTRAK

Terminal Box adalah tempat untuk berhentinya arus listrik sementara, yang akan dihubungkan ke komponen outgoing pada pelanggan dengan kWh Meter 3 fasa pengukuran tak langsung sebagai komponen utama yang mempengaruhi penghitungan pendapatan yang diterima perusahaan. Kemudian di lapangan sering terjadi adanya penyimpangan atau deviasi kWh meter oleh peristiwa penggaraman APP yang menyebabkan susut khususnya di PT. PLN UP3 Situbondo yang merupakan daerah pesisir. Dimana akibatnya yaitu terjadi hilangnya tegangan salah satu fasa, menyebabkan kesalahan dalam pengukuran. Oleh karena itu, diperlukan suatu alat yang dapat membandingkan kesalahan pengukuran kWh meter di saat terjadi dan bisa memberikan suatu aksi semisal ada kelainan pada pengukuran daya pemakaiannya. Dengan menggunakan sensor cahaya LDR dan sensor energi PZEM 004T yang terhubung dengan modul STM32F4 Discovery kita dapat mengetahui nilai deviasi kWh meter yang selanjutnya akan dibandingkan terhadap kelasnya, lalu akan dikirim ke database. Di database akan memberikan informasi terkini dari keadaan kWhmeter ini petugas bisa dengan mudah melakukan inspeksi untuk pemeliharaan APP tersebut. Data parameter yang terukur pada tanggal 7 Juni 2022 pukul 1.48 PM saat adanya kondisi tidak normal, didapat pengukuran dayanya pada beban sebesar 352,75 Watt, namun pada kWh meter terukur dayanya sebesar 243,46 Watt. Jadi didapat nilai deviasinya melebihi kelas kWh meter, dimana kondisi ini menyesuaikan dengan kondisi penyimpangan saat penggaraman yang mengakibatkan salah satu fasa hilang tegangannya. Sehingga setelah deviasinya melebihi kelas kWh meter ini dapat menghitung tagihan susulannya melalui daya terhadap waktu pemakaiannya. Dimana tanggal 7 Juni 2022 pukul 1.59 PM terhitung nilai tagihan susulannya sebesar Rp72.458 yang terhitung waktunya selama 11 menit 2 detik.

[DOWNLOAD ABSTRACT]