Author : Rheo Renggi Pradana   , Ari Wijayanti, Totok Warsito
ABSTRAK

Bandar udara adalah kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya. Salah satu fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan adalah adanya peralatan navigasi berupa alat bantu pendaratan atau biasa disebut Instrument Landing System(ILS). ILS sendiri terdiri dari tiga peralatan yaitu Localizer, Glide Path dan Marker Beacon. Penelitian ini di dilakukan di dalam komplek Bandara Juwata Tarakan pada salah satu peralatan ILS yaitu Localizer. Penelitian ini didasari oleh tidak adanya titik ground check sebagai acuan untuk menentukan kondisi peralatan dalam keadaan baik atau tidak sesuai peraturan baik itu di SKEP/83/VI/2005 maupun di buku panduan peralatan. Selain itu pengaruh penempatan peralatan yang tidak sesuai SKEP/113/VI/2002 dan pengaruh kondisi lingkungan di Bandara Juwata Tarakan juga akan mempengaruhi titik ground check yang akan dibuat. Penelitian ini akan dilakukan dengan perhitungan untuk mendapatkan titik ground check, pengukuran untuk menguji hasil perhitugan, analisa lingkungan dan penempatan antena terhadap hasil perhitungan dan pengukuran. Oleh karena itu, dengan diadakannya penelitian ini, dapat diperoleh titik titik yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan ground check yang dilaksanakan setiap bulan sehingga dapat diperoleh data ukur parameter pencaran setelah keluar dari antenna menggunakan alat yang biasa disebut ILS/VOR Analyzer. Dari nilai yang muncul pada alat tersebut dapat diketahui peralatan dalam kondisi baik atau tidak

[DOWNLOAD ABSTRACT]