Author : Agung Trie Nopianto   , Indra Adji Sulistijono, Anhar Risnumawan
ABSTRAK

Drone adalah pengembangan dari helikopter yang hanya memiliki sebuah rotor. Salah satu bidang yang dapat digunakan untuk pengembangan dari drone yaitu pada bidang pertanian. Dalam pengembangannya, drone dapat digunakan untuk melakukan aktivitas seperti survei lahan, penyemprotan insektisida, dan pengawasan tanaman. Para petani menggunakan cairan insektisida untuk melindungi tanaman dari hama, cairan insektisida sangatlah berbahaya dan tidak boleh terkena kulit secara langsung, terhirup, atau bahkan mengenai mata. Kecelakaan akibat cairan insektisida ini sering dialami oleh para petani terutama yang menggunakan penyemprotan secara manual pump. Tujuan dari proyek akhir ini adalah membuat drone yang dapat menyemprotkan cairan insektisida dan pengawasan tanaman, sehingga mengurangi risiko dan efisien. Rancangan awal proyek akhir ini, yaitu drone berjenis hexacopter dengan frame DJI T20B. Sedangkan untuk pengujiannya menggunakan drone berjenis quadcopter dengan frame F450. Drone pada saat penyiraman cairan insektisida melakukan take-off dengan menggunakan 2 cara, yaitu penyemprotan dengan mode terbang GPS-hold dan penyemprotan mode terbang secara otomatis yang diatur melalui software Mission Planner. Namun, pengujian yang direncanakan belum selesai dikarenakan beberapa hal dan sistem kerja secara keseluruhan dijelaskan melalui simulasi

[DOWNLOAD ABSTRACT]