Author : Dhika Ayu Kurniawati   , Amang Sudarsono, Haryadi Amran Darwito
ABSTRAK

Peningkatan kecelakaan di Indonesia semakin meningkat disetiap tahunnya. Berdasarkan data statistik dari Korlantas Polri, jumlah korban kecelakaan pada periode 31 Desember 2019 sampai 31 Maret 2019 mencapai 28.238 orang. Sedangkan pada periode sebelumnya mencapai 25.347 orang. Berdasarkan studi kasus yang dilakukan oleh Khizran Shah, M.S.C.E. and Emelinda M. Parentela, Ph.D., P.E. dari California State University, di Ammerika Serikat cecelakaan kendaraan dan cedera jalan terus menjadi masalah keamanan utama. Menurut Federal Highway Administration FHWA penyebab utama kecelakaan jalan bebas hambatan adalah kesalahpahaman tentang situasi dari sisi pengemudi. Dengan meningkatnya angka kecelakaan tersebut dibutuhkan suatu Tindakan prefentif yang dapat merenduksi kemungkinan terjadinya kecelakaan. Karena itu, berbagai inovasi dalam VANET terus dilakukan, salah satunya yaitu komunikasi Vehicle to Vehicle V2V, Komunikasi V2V digunakan oleh aplikasi yang membutuhkan komunikasi antar kendaraan. Tetapi sistem ini bukan tanpa masalah dan tantangan. Ada beberapa masalah di antaranya masalah privasi dan keamanan data pada komunikasi ini. Bahkan beberapa kendaraan mengalami serangan dan mendapatkan informasi palsu dari kendaraan lain karena terlalu minimnya privasi. Maka dari itu, penulis menawarkan Tugas akhir Vehicle to Vehicle V2V Comuunication Using Assimatric Criptography dimana cara mengatasi masalah privasi tersebut adalah dengan memberikan nama samaran kepada setiap mobil yang disebut Pseudonym didalamnya terdapat informasi-informasi pribadi dari kendaraan tersebut. Sedangkan data yang akan dipertukarkan akan di Enkripsi dengan Assimetric Criptography. Harapan kedepannya sistem ini dapat di implementasikan kepada organisasi yang memerlukan pertukaran informasi melalui kendaraannya. Contohnya perusahaan taxi dan atau rental mobil.

[DOWNLOAD ABSTRACT]