Author : R. Ricky Setyawan   , Moh. Zaenal Efendi, Farid Dwi Murdianto
ABSTRAK

Pengelolaan baterai Gardu Induk PT. PLN (Persero) sangat penting untuk menjaga keandalan dan kontinuitas penyaluran daya listrik. Masalah pengelolaan yang diakibatkan oleh baterai di Gardu Induk adalah mengecek kondisi baterai yang masih dalam keadaan manual. Di Gardu Induk, kondisi baterai harus 100% siap sebagai pendukung backup yang andal. Untuk menjaga performa baterai, baterai perlu dipantau terus menerus untuk memperkirakan nilai State of Charge (SoC) pada baterai dan menjaga tegangan baterai pada 100%. Proyek Akhir ini dibuat sebuah prototipe sistem monitoring baterai yang dapat memantau SoC, tegangan, arus masuk dan keluar pada baterai menggunakan metode Coulomb Counting. Di sisi pengisian baterai terdapat charging dari penyearah 48 V. Baterai yang digunakan adalah prototipe baterai dengan tegangan 48 V dan kapasitas baterai sebesar 5 Ah yang digunakan untuk menyuplai beban panel RTU. Beban panel RTU digantikan dengan beban resistif murni. Hasil pembacaan arus, tegangan, dan nilai SoC dari baterai akan dikirim ke thingspeak dengan modul WiFi ESP8266, kemudian juga disimpan melalui datalogger, dan ditampilkan pada LCD. Hasil menunjukkan bahwa pembacaan tegangan baterai memiliki error sebesar 0.171% dan error pembacaan arus sebesar 4.035%. Untuk metode Coulomb Counting memiliki presentase error paling tinggi sebesar 8.67%. Proteksi pada baterai dilengkapi ketika baterai dalam kondisi charge dan discharge dan didapatkan bekerja sesuai rencana.

[DOWNLOAD ABSTRACT]