Author : Silvia Indrila Dewi   , Syechu Dwitya Nugraha, Indra Ferdiansyah
ABSTRAK

Ikan hias banyak di budidayakan oleh masyarakat. Kebanyakan masyarakat membudidayakan ikan hias didalam akuarium. Salah satu komponen penting dari akuarium yaitu aerator. Aerator sebagai sistem aerasi merupakan penyediaan gelembung udara berisikan oksigen dalam air agar makhluk hidup didalam air tidak mudah mati akibat kekurangan oksigen. Pada umumnya aerator menyala selama 24 jam dan menggunakan sumber energi listrik dari PLN. Dengan letak Indonesia yang berada pada daerah katulistiwa dan merupakan negara tropis yang sinar mataharinya melimpah, sehingga bentuk energi alternatif panel surya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi penggerak aerator dengan cara mengkonversi energi matahari menjadi energi listrik dan disimpan pada baterai. Apabila baterai tidak bisa mencukupi kebutuhan beban maka PLN akan membackup beban aerator supaya tetap menyala. Digunakan 2 buah solar panel 50 WP yang disusun secara seri. Tegangan keluaran panel surya akan dikontrol menggunakan buck converter. Keluaran konverter akan digunakan untuk proses charging baterai lead acid 12V 40Ah. Sistem ini akan dikontrol oleh mikrokontroller ARM STM32F4. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada saat tegangan baterai kurang dari 12V maka akan menggunakan sumber dari PLN. Pada saat tegangan baterai lebih dari 12 V maka akan menggunakan baterai sebagai penggerak aerator.

[DOWNLOAD ABSTRACT]