Author : Siaga Whiky Setia   , Hendrik Elvian Gayuh Prasetya, Erik Tridianto
ABSTRAK

Boiler merupakan salah satu peralatan besar di dalam industri pembangkitan listrik. Boiler sendiri berfungsi sebagai alat untuk mengonversikan energi. Energi yang semula berbentuk liquid menjadi uap dengan cara pemanasan. Panas yang dibutuhkan air untuk penguapan tersebut diperoleh dari pembakaran bahan bakar pada ruang bakar boiler. Pemakaian dan perawatan boiler yang kurang baik dapat membuat efisiensi boiler semakin menurun dan mengakibatkan membengkaknya biaya operasional secara umum. Tentunya resiko kegagalan dari boiler pun akan meningkat. Untuk itu, dengan menggunakan data Time to Failure (TTF) dan Time to Repair (TTR) dapat diketahui nilai keandalannya. Dan nilai keandalan minimum yang biasa diperbolehkan yaitu 0,8 atau 80%. Pada analisis Safety Integrity Level (SIL) kuantitatif dengan dengan perhitungan Probablity Failure on Demand (PFD) akan diperoleh nilai SIL dari sistem boiler. Hasil SIL dapat menentukan tindakan selanjutnya yang tepat sehingga dapat mengurangi resiko kegagalan dari boiler tersebut.

[DOWNLOAD ABSTRACT]