Author : Farhan Naufal Perdana   , Endro Wahjono, Hendik Eko HS
ABSTRAK

Masalah motor penggerak PMS banyak dijumpai di gardu induk sehingga menyebabkan kegagalan saat proses manuver. Kegagalan tersebut diakibatkan oleh beberapa kerusakan pada motor penggerak yaitu sumber tegangan motor terganggu dan overload yang mengakibatkan kontak PMS tidak dapat buka dan tutup secara sempurna. Masalah tersebut dapat diatasi dengan cara membuka atau menutup kontak PMS secara manual dengan cara engkol. Akan tetapi, cara tersebut sangat berisiko bagi pekerja dan waktunya lama. Pada proyek akhir ini membuat rancang bangun prototype pendeteksi terjadinya kegagalan motor penggerak PMS dan fitur autobackup motor. Digunakan sensor arus ACS712 dan sensor tegangan voltage divider. Kontak PMS digerakkan dengan 2 motor stepper yang dikendalikan driver A4988 untuk bekerja secara bergantian apabila terjadi kegagalan akibat tegangan dan arus input yang tidak memenuhi standar. Apabila tegangan <10,2 V atau >13,2 V dan arus >0,8 A maka terjadi kegagalan pada sumber motor utama sehingga maka akan men-switch untuk mengganti sumber ke motor backup untuk bekerja. Sistem ini dilengkapi dengan sistem komunikasi menggunakan wemos D1 mini untuk monitoring pada ThingSpeak dan Blynk, serta notifikasi pada smartphone. Hasil dari pengujian rancang bangun ini yaitu sistem pendeteksi kegagalan motor PMS serta fitur autobackup motor yang dapat bekerja dengan baik. Pada keadaan normal maka motor utama PMS yang bekerja sedangkan motor backup mati, serta tidak ada notifikasi kegagalan PMS. Sedangkan pada saat kondisi gagal dimana arus atau tegangan tidak sesuai dengan standar, maka relay akan switch dan motor backup yang bekerja. Terdapat notifikasi kegagalan PMS pada smartphone. Diharapkan proyek akhir ini berguna bagi operator gardu induk untuk mendeteksi adanya kegagalan PMS secara dini sehingga tidak menimbulkan kerusakan dan biaya pemeiliharaan yang lebih mahal.

[DOWNLOAD ABSTRACT]