Author : Moch Faridz Ariyanto   , Taufiqurrahman, Eru Puspita
ABSTRAK

Adanya tempat sampah di berbagai tempat memiliki peran yang penting, begitupula di kawasan industri.Dan ketika saya melaksanakan kerja praktik di PT E-T-A Indonesia selama 3 bulan saya mengalami masalah serius dengan sampah, di kantin masih banyak orang yang membuang sampah sembarangan tanpa mengklasifikasikan jenis sampahnya, tidak ada tempat sampah untuk memilah sampah logam dan sampah non logam, yang jika kedua limbah tersebut tercampur akan sulit untuk diolah. Dan juga jarak antara kantin dengan tempat pembuangan akhir yang jauh membuatnya sulit untuk dibuang dan membutuhkan waktu untuk membuang sampah tersebut. Dengan permsalahan tersbut fungsi yang akan dimaksimalkan diantaranya adalah tempat sampah akan mampu melakukan proses pemisahan letak sampah sesuai dengan jenisnya (logam dan non logam) secara otomatis, dengan penggunaan proximity sensor yang dengan 20x pengujian mampu membedakan jenis sampah dengan parameter sampah logam dengan range tegangan 0,02V - 0,08V, dan untuk kategori sampah non logam dengan range tegangan 0,76V – 0,82V dikarenakan sensor bertipe NPN. dan motor servo sebagai penggerak plat pemisahnya. Lalu ketika rak sampah full dengan batas tinggi maksimal yang telah ditentukan sensor ultrasonik sebesar 16cm, maka robot akan menuju ke titik pembuangan akhir sampah dengan parameter garis follower dan pembacaan tag RFID. Dari pengujian akurasi RFID 5x sehari yang dilakukan selama 5hari didapatkan 0% error. Dan jika sampah telah dibuang, maka robot akan kembali ke tempat awal yaitu dapur kantin untuk memilah kembali sampah logam dan sampah non logam. Sehingga dengan proses otomasi tersebut dapat meringankan tenaga kerja manusia serta mempermudah dalam mengolah sampah tersebut.

[DOWNLOAD ABSTRACT]