Author : Shafira Nilamsari Murdowo   , Ony Asrarul Qudsi, Rachma Prilian Eviningsih
ABSTRAK

Seiring berkembangnya zaman, listrik menjadi sumber yang tidak lepas dari kehidupan manusia. Untuk itu keandalan penyaluran tenaga listrik menjadi salah satu prioritas PT. PLN (Persero) sebagai perusahaan pemasok tenaga listrik tersebar di Indonesia. Gangguan seringkali terjadi pada bagian penyaluran tenaga listrik salah satunya pada saluran transmisi. Karena jaraknya yang sangat panjang maka akan membutuhkan waktu yang lama dalam mencari lokasi gangguan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memasang relai jarak. Relai jarak bekerja dengan cara membaca impedansi pada saluran transmisi yang diamankannya dan membandingkannya dengan setting relai. Daerah kerja relai jarak dibagi menjadi tiga zona yaitu zona satu, zona dua, dan zona tiga. Penggunaan relai jarak sebagai salah satu sistem proteksi diharapkan dapat menjaga keandalan dalam menyalurkan tenaga listrik. Guna merealisasikan alat ini maka diperlukan data setting relay jarak dan simulasi saluran transmisi jarak pendek menggunakan data penghantar yang dapat menghasilkan gangguan fasa ke tanah. Hasil simulasi dari alat ini menunjukkan arus gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah pada titik 6 km sebesar 1.49 A (zona 1), pada titik 12 km sebesar 0.73 A (zona 2 backup) dan pada titik 18 km sebesar 0.5 A (zona 3 backup).

[DOWNLOAD ABSTRACT]