Author : Agus Tami   , Novie Ayub Windarko, Irianto
ABSTRAK

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber energi. Namun dikarenakan lonjakan pertumbuhan penduduk, berakibat pada kebutuhan listrik juga meningkat. Sehingga harus mencari alternatif yang dapat diterapkan untuk mengatasi hal tersebut. Salah satunya yaitu menggunakan panel surya, yang biasa disebut dengan solar charger. Solar charger merupakan sebuah pembangkit yang memanfaatkan panel surya sebagai sumber pembangkitan yang difungsikan sebagai pengisian energi pada sebuah baterai. Kelebihan dari solar charger sendiri yakni sumbernya mudah didapat, ramah lingkungan dan juga dapat mengurangi ketergantungan pada jala jala PLN sehingga cocok dikembangkan untuk memperluas penggunaan renewable energy yang ada di Indonesia di masa yang mendatang. Namun hasil output sebuah panel surya sangat fluktuatif dengan dipengaruhi oleh beberapa aspek. Seperti suhu, intensitas cahaya dan pembebanan yang diberikan. Hal tersebut dapat diatasi dengan adanya konverter, dimana pada proyek akhir ini digunakan konverter bertopologi Buck Converter. Dalam menjalankan tugasnya konverter tersebut memerlukan sebuah perintah yang digunakan sebagai pengontrol yaitu Maximum Power Point Tracking dan PID Controller. Dalam proyek akhir kali ini, digunakan MPPT metode modified incremental conductance dan PID Controller dengan metode analitik yang difungsikan untuk memaksimalkan charging baterai dengan tipe Li Ion. Pada saat menggunakan MPPT, daya charging yang dilakukan akan maksimal yaitu dayanya mendekati daya maksimal PV yaitu berkisar 90,103W hingga 99,981W dan untuk PID akan menstabilkan tegangan keluaran konverter sebesar 12,6V sehingga mengabaikan nilai daya charging. Dan untuk rata rata akurasi MPPT didapati sebesar 99,74 persen dan untuk PID memiliki effisiensi rata rata sebesar 98,64 persen.

[DOWNLOAD ABSTRACT]