Author : Laila Rovi'u Zakiyah   , Legowo Sulistijono, Eru Puspita
ABSTRAK

Pertumbuhan dengan perkembangan teknologi dan industri dapat menggeser lahan pertanian menjadi lahan industri, khususnya di daerah perkotaan yang masyarakatnya memiliki hobi budidaya pertanian ataupun perkebunan. Oleh karena itu metode vertikultur bisa menjadi solusi dalam permasalahan penyempitan lahan. Metode vertikultur atau metode penanaman secara vertikal ini dititikberatkan pada proses perawatannya. Perawatan yang dimaksud adalah penyiraman air dan pemberian pupuk. Selain itu metode penyiraman yang sering digunakan adalah penyiraman manual(menggunakan tenaga manusia). Namun, ketika kita mempunyai pekerjaan lain yang harus dikerjakan, maka kita akan menunda melakukan penyiraman tersebut hingga pekerjaan kita selesai. Hal ini tersebut sangat tidak efektif. Salah satu metode penyiraman yang efektif bagi masyarakat yaitu penyiraman otomatis menggunakan rangkaian elektronika yang berfungsi sebagai pengontrol (mikrokontroler) untuk mengontrol dan melakukan penyiraman sesuai dengan kelembaban tanah yang diperlukan. Pada penelitian kali ini, mengacu pada penyiraman air dan pupuk secara otomatis pada tanaman bayam merah dengan menggunakan acuan kelembaban tanah dan cuaca. Di mana sistem ini mampu melakukan penyiraman air dan pupuk secara otomatis pada media tanam vertikultur berdasarkan kelembaban tanah. Sensor kelembaban tanah akan mengukur kelembaban tanah kemudian jika nilai kelembaban tanah > 50% dan kondisi tidak hujan maka pompa air akan menyala, jika nilai kelembaban tanah < 50% dan tidak hujan maka pompa air akan mati. Untuk penyiraman pupuk dilakukan berdasarkan pada RTC, di mana program untuk RTC diatur ketika jam 06:00WIB maka pompa pupuk cair akan menyala dan memberi nutrisi selama 5 menit. Dosis pupuk cair bayfolan yang diberikan adalah 4 ml/liter air. Untuk pemberian pupuk dilakukan melalui daun karena daun mampu menyerap pupuk sekitar 90%, sedangkan akar hanya mampu menyerap sekitar 10%.

[DOWNLOAD ABSTRACT]