Author : Muhammad Ardhany Rafi Zain   , Erik Tridianto, Joke Pratilastiarso
ABSTRAK

Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) pada umumnya menggunakan bahan bakar batu bara atau minyak. Akan tetapi, PLTU dengan bahan bakar utama batu bara juga masih perlu menggunakan bahan bakar minyak pada saat start-up yang biasanya hingga mencapai 15% dari beban total pembangkitan. Diesel oil burner mempunyai peran penting dalam start-up pembangkitan sehingga perlu dijaga agar tidak terjadi permasalahan dan tidak menghambat proses pembangkitan listrik. Pada tugas akhir ini dilakukan analisis keandalan pada diesel oil burner PLTU dengan metode kualitatif secara FMEA dan metode kuantitatif. Dengan metode failure mode and effect analysis (FMEA) diperoleh nilai RPN tertinggi pada bentuk kegagalan gun burner buntu dengan nilai 184,72, dan diperoleh juga terdapat 10 bentuk kegagalan yang menyebabkan komponen diesel oil burner kritis sehingga perlu diprioritaskan untuk dilakukan pemeliharaan. Lalu, dengan metode kuantitatif diperoleh bahwa secara keseluruhan keandalan komponen penyusun diesel oil burner selama 2000 jam cenderung mengalami penurunan dengan keandalan terendah pada komponen ignitor and controller mencapai 0,05446. Selain itu, diperoleh juga rekomendasi tindakan preventive maintenance untuk komponen yang memiliki laju kegagalan meningkat seperti ignitor and controller dalam periode waktu 262,5 jam yaitu ketika keandalannya mencapai 0,8.

[DOWNLOAD ABSTRACT]