Author : Enjels Fatkhur Rohman Suyadi   , Novie Ayub Windarko, Rachma Prilian Eviningsih
ABSTRAK

Perkembangan teknologi saat ini telah mencapai banyak bidang. Penggunaan sumber daya energi terbarukan dapat mengurangi pemakaian daya yang disuplai dari PLN. Salah satu sumber energi terbarukan yang sedang dikembangkan yaitu pemanfaatan energi matahari dengan menggunakan solar cell atau panel surya, sehingga dalam penggunaan skala besar seperti pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), kebutuhan akan daya pada beban tidak dapat diprediksi secara akurat dan akan berimbas pada perencanaan pembangunan energi yang tidak akurat dan efisien, sehingga diperlukan Global Maximum Power Point (GMPP) pada sistem panel surya, agar tenaga listrik yang dihasilkan maksimal meskipun bergantung pada iradiasi sinar matahari, temperatur permukaan panel surya, dan kondisi cuaca. Dengan mengkombinasikan panel surya berdaya 20 WP, Single Ended Primary Inductor Converter dan sistem Maximum Power Point Tracking (MPPT) dengan Perturb And Observe Algorithm (P&O) sebagai tools solar panel untuk Mapping daya berbasis Internet of Things (IoT) yang tampil pada web server. Dimana dapat menampilkan arus, tegangan, daya maksimum (Pmax), daya rata- rata (Pave), dan Tracking time pada sebuah PLTS. Sehingga dari sistem yang telah dirancang dapat mengimplementasikan sistem MPPT dengan target 90% dari daya maksimal panel surya 20 WP yaitu 18 Watt, pada pengiplementasian MPPT algoritma P&O menghasilkan daya maksimal 14 Watt atau 70 % pada sistem implementasinya. Dengan perbandingan pada nilai daya maksimal panel surya yaitu 11,71% dengan kenaikan daya rata rata 1,76 Watt dari kapasitas daya minimum, dengan perancangan konverter yang mencapai effisiensi 73,58%. Dimana alat dapat mengindikasikan daerah tersebut berpotensi menghasilkan energi yang maksimal serta terdapat sebuah sistem komunikasi (IoT) dengan jangkauan jarak jauh, dan PLTS dapat memaksimalkan effisiensi kerja panel surya.

[DOWNLOAD ABSTRACT]