Author : Ikhsan Mahardhika Utama   , Fifi Hesty Sholihah, Rifah Amalia
ABSTRAK

Komponen yang menentukan bentuk aliran pada HRSG adalah inlet duct. Setelah melewati inlet duct, flue gas diharapkan memiliki kecepatan aksial dan distribusi temperatur yang uniform, dengan tujuan untuk mengoptimalkan pressure drop dan mengurangi turbulensi gas sisa karena memiliki kecepatan tinggi. Turbulensi dapat menyebabkan tidak meratanya temperatur aliran karena ada panas terkonsentrasi pada titik tertentu sehingga dapat mengurangi perpindahan panas yang terjadi antara flue gas dan uap. Namun pada kondisi aktual, aliran yang keluar dari inlet duct belum mencapai aliran uniform karena terjadi separasi pada bagian tepi dari inlet duct. Sehingga, diperlukan suatu upaya agar aliran yang keluar dari inlet duct memiliki profil aliran dan distribusi temperatur yang uniform. Pada Tugas Akhir ini, peneliti akan melakukan studi numerik berupa simulasi 2 dimensi menggunakan Computational fluid dynamic (CFD) mengenai pengaruh variasi sudut pada inlet duct dan transition zone HRSG tipe vertikal terhadap karakteristik aliran dan perpindahan panas. Variasi sudut inlet duct (β) dan transition zone (α) dalam penelitian ini ada 5 macam yaitu, variasi 1 dengan sudut α=35° dan β=15°, variasi 2 dengan sudut α=35° dan β=25°, variasi 3 dengan sudut α=35 dan β=30°, variasi 4 α=30° dan β=25°, variasi 5 α=45° dan β=25° . Dari hasil simulasi dapat diketahui bahwa sudut inlet duct dan zona transisi mempengaruhi aliran dan perpindahan panas flue gas pada HRSG tipe vertikal, semakin besar sudut α menyebkan terjadinya separasi aliran, semakin besar sudut β menyebabkan kecepatan aliran flue gas menjadi lebih cepat. Pada simulasi ini variasi 2 (α=35°, β=25°) memiliki kecepatan dan distribusi aliran yang paling baik dengan kecepatan flue gas rata-rata sebesar 4,27 m/s, selain itu total perpindahan panas yang tertinggi juga terjadi pada variasi 2 (α=35°, β=25°) dengan total perpindahan panas sebesar 190,2057 MW.

[DOWNLOAD ABSTRACT]