Author : Gilang Muhammad   , Lohdy Diana, Achmad Bahrul Ulum
ABSTRAK

Turbin uap bekerja pada kondisi operasi kompleks yang terkadang melibatkan aliran dua fasa terutama pada daerah tingkat akhir dimana turbin bekerja pada kondisi saturasi yang ditandai dengan mulai munculnya kondensasi droplet air pada aliran uap. kondensasi yang timbul pada turbin uap berpengaruh pada penurunan performa secara keseluruhan dibandingkan ketika bekerja pada kondisi uap kering, kerugian ini disebut kerugian kelembapan. Dalam tugas akhir berikut akan dilakukan pemodelan aliran pada stator turbin uap tekanan rendah menggunakan pendekatan studi numerik Computational Fluid Dynamic (CFD). Selain itu dilakukan variasi terhadap ketebalan trailing edge stator dengan nilai T = 2.72 mm, T = 2.02 mm, T = 1.32 mm, dan T = 0.62 mm. Kondensasi yang terjadi pada blade stator diketahui melalui parameter tekanan statis, laju nukleasi, radius droplet, distribusi droplet per unit volume. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat diketahui bahwa ketebalan trailing edge stator memiliki pengaruh terhadap proses kondensasi uap. Selanjutnya diperoleh nilai efisiensi tertinggi sebesar 99.17 % pada variasi ketebalan trailing edge T = 0.62 mm dan efisiensi paling rendah sebesar 98.34 % pada variasi ketebalan trailing edge T = 2.72 mm yang mana menunjukkan dengan semakin kecil ketebalan ketebalan trailing edge stator efisiensi yang dimiliki stator akan semakin besar.

[DOWNLOAD ABSTRACT]