Author : Ida Bagus Alim Haqqi   , Anang Budikarso, Akuwan Saleh
ABSTRAK

Semakin maraknya kasus pencurian setiap tahunnya, apalagi semakin meningkatnya berbagai kasus pencurian akibat terjadinya pandemi corona terutama pencurian atau pembobolan rumah yang membuat para masyarakat resah akan barang berharga dirumah mereka masing – masing. Seperti yang terjadi di Nusa Tenggara Timur, kasus pencurian atau pembobolan rumah sudah terjadi sebanyak 32 kasus. Masyarakat pun juga sedikit lalai terhadap keamanan rumah mereka masing – masing. Dengan tidak adanya sebuah alat dengan sistem kemanan yang bagus untuk keamanan rumah mereka, juga membuat mereka hanya bisa mengandalkan kunci rumah biasa. Maka dari itu dibuatlah sebuah alat dengan sistem keamanan untuk pintu rumah agar dapat mencegah terjadinya pencurian atau pembobolan rumah. Alat tersebut berfungsi mendeteksi tubuh dan wajah seseorang yang sedang mendekati sistem keamanan yang mana saat wajah terdeteksi tidak dikenali maka akan muncul alarm peringatan bahwa wajah tidak dikenali. Hasil dari proyek akhir ini yaitu terciptanya sebuah alat yang mana saat sensor PIR mendeteksi adanya gerakan dari seseorang, maka lampu menjadi warna kuning. Saat kamera menangkap wajah secara real time, sistem akan membandingkannya dengan wajah yang telah terdaftar. Jika wajah tidak dikenali, maka akan muncul peringatan yang menandakan bahwa ada seseorang yang tidak dikenal sedang mecoba untuk membuka pintu dan pintu pun tetap terkunci. Jika wajah dikenali, maka alarm peringatan tidak akan berbunyi dan kunci pintu terbuka. Kemudian untuk mengunci kembali pintu tersebut menggunakan kartu RFID yang didekatkan dengan pembaca RFID.

[DOWNLOAD ABSTRACT]