Author : Agiel Fahreza Aliek   , M. Zen Samsono Hadi, Nur Rosyid Mubtadai
ABSTRAK

Bencana alam merupakan suatu peristiwa alam yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan tidak dapat dihindari. Bencana alam dapat mengakibatkan kerugian harta benda serta jatuhnya korban jiwa. Pasca terjadinya bencana alam, proses evakuasi oleh tim SAR (search and rescue) harus segera dilakukan untuk memperbesar peluang korban dievakuasi dalam keadaan selamat atau masih hidup. Namun, pencarian korban pasca bencana alam bukanlah hal yang mudah. Ini disebabkan karena biasanya korban sulit untuk dideteksi dengan mata telanjang oleh tim. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan prototipe perangkat yang mampu mendeteksi korban bencana alam dan memberikan informasi mengenai lokasi korban kepada base station. Prototipe perangkat ini menggunakan beberapa sensor yang menjadi parameter-parameter untuk mendeteksi adanya korban yaitu sensor termal. Sensor yang difokuskan untuk mencari korban baik adalah dengan mendeteksi suhu tubuh. Perangkat ini juga dilengkapi dengan modul GPS. Pada pengambilan keputusan, prototipe perangkat ini memakai algoritma naive bayes. Hasil keputusan yang ditentukan dengan metode naive bayes dan lokasi korban dari modul GPS akan dikirimkan ke base station melalui sistem komunikasi LoRa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan output klasifikasi algoritma naïve bayes mendeteksi manusia hingga jarak 80 cm. Pada perangkat penerima GPS yang digunakan, selisih jarak dengan GPS pada smartphone sekitar 5 meter. Pada proses kirim-terima data pada jarak 20 meter, delay rata-rata adalah 0,935 detik. Sistem ini masih belum maksimal untuk diaplikasikan secara nyata, diakrenakan jangkauan pendeteksian yang masih sangat dekat.

[DOWNLOAD ABSTRACT]